alhamdulillah
alhamdulillah
alhamdulillah
alhamdulillah
alhamdulillah
alhamdulillah
aku bener2 cinta ma Engkau ya Allah
thx 4 all
blog ini emang gag begitu pentink soalnya .. disini cuma berisi tentang cerita" cinta and persahabatanku
Hijau Daun - Cobalah
Cobalah hentikan langkahku
Kau coba lagi hentikan aku
Ku tak pernah tau keinginanmu
Dan tak pernah tau arah hatimu
Ku coba pahami langit
Kau cobakan lagi pijaki bumi
Diatas hatiku ku tinggalkanmu
Diatas hatimu kau rendahkan aku
Ku tau semua berubah
Engkaupun tak semua berubah
Kau tanyakan lagi keteguhanku
Dan dapat rasakan kau ragu
Dan coba kau tanya seluruh alam
Apa yang kau tanya kan ku lakukan
Apa yang kau rasa kan kumimpikan
Aku menunggumu di atas hatiku
Dan coba lihat apakah jawabnya
Mungkinkah kau temu di sudut malam
Apa yang kau tanya tlah kulakukan
Aku menunggumu… masih menunggu…
Lirik lagu Hijau Daun - Cobalah ini dipersembahkan oleh LirikLaguIndonesia.Net. Kunjungi DownloadLaguIndonesia.Net untuk download MP3 Hijau Daun - Cobalah.
Sahabat bukanlah sebuah obsesi
Melainkan kebutuhan diri
Persahabatan bukan dipandang dari materi
Melainkan hati nurani
Persahabatan adalah jembatan yang mempererat hati nurani
Saad merasa salah
Hal utama adalah intospeksi diri dan berjanji takkan mengulang kesalahan tuk kedua kali
Sahabat bukan menyakiti
Sahabat adalah paham dan mengerti
Persahabatan bukan sebuah harga mati
Ingat ..
Hari ini ada karna kenangan
-=( ^_^ ^_^ ^_^ )=-
“Cinta senang jika yang dicintainya bahagia”
Kata ini aku kutip dari sebuah novel yang pengarangnya lumayan terkenal. Aku emang lagi ngerasain ini.emang sich, seneng gitu liat dia (orang yang tak suka) bahagia. Dia nggak tau kalo aku sayaaaaaang banged ma dia. Aku sama dia udah deket, tapi Cuma sebatas sahabat ajah. Nggak lebih.
Dua hari yang lalu, dia cerita ke aku, kalo dia sekarang lagi ngincer cewek. Tapi aku masih nggak tau cewek yang dia incer itu yang mana. Dia cuma tanya ke aku, apa dia nyerah ajah. Nggak nerusin PDKT nyaa. Dia ngerasa kalo cewek yang dia suka tuch nggak respect sama dia. Waktu dia cerita ke aku, raut mukanya sediiiii banged. Awalnya aku nggak nganggep serius ceritanya. Terus, kog tak liat – liat dia nggak ketawa waktu tak guyoni. Aku coba ngembaliin semangatnya. Meskipun rasanya sakit banged, tapi aku nggak pengen liat orang yang tak saying tuch sakit sedikitpun. Dan kayaknya, aku dech sekarang yang haruz nyerah. Toh, dia udah punya tambatan hati lain. Itupun bukan aku. Ini emang resikonya kalo kita Cuma iza mendem rasa ajah. Buat yang udah baca curhatanku ini, tolongin akuu dumz!!!
Aku butuh saran niii!!!
Apa aku emang haruz nyerah atow aku teruz????
Kalo aku haruz neruzin perjalananku???
Aku haruz ngapain????
Plizz kasih aku saran iia kauandh
Thank’s before